Cara Merawat Bayi Baru Lahir Agar Selalu Sehat

Haii, kembali lagi di Mujahadah.NET pada kesempatan kali ini kami membawa informasi yang pastinya sudah ditungu-tunggu para orang tua baru.

Yakni bagaimana Cara Merawat Bayi Baru Lahir Agar Selalu Sehat.

Untuk Anda nih yang belum berpengalaman menjadi orang tua, tentunya akan kebingungan dengan apa yang harus dilakukan ketika sanga buah hati sudah dilahirkan.

Namun tak perlu cemas karena kami akan membahas secara mendalam seperti apa cara merawat bayi baru lahir tersebut dengan baik dan benar.

Cara Merawat Bayi Baru Lahir - Definisi dan Penyakit Terkait

Cara Merawat Bayi Baru Lahir Agar Selalu Sehat

Setelah terlewatinya proses persalinan, saat itulah pertama kali Anda melihat si buah hati yang sudah dikandung 9 bulan lamanya.

Untuk yang belum memiliki pengalaman merawat bayi yang baru lahir, berikut ini adalah dasar-dasar cara merawat bayi yang baik dan benar, diantaranya:

  • Menggendong bayi

Mungkin Anda merasa takut untuk menggendong bayi Anda dikarenakan bayi yang baru lahir terkesan rapuh dan lemah. Namun jangan takut untuk menyentuh, menangani atau menggendong bayi Anda.

Faktanya, penelitian menunjukan bahwa bayi yang digendong selama lebih dari 2 jam perhari tidak akan sering menangis.

Karena leher bayi yang baru lahir belum berkembang sempurna, Anda harus membantu mengangkat kepalanya kapanpun Anda akan menggendongnya.

Anda juga harus meletakan si kecil di bahu atau dengan tangan yang berlawanan agar si bayi tetap aman.

  • Memandikan bayi

Beberapa dokter anak merekomendasikan untuk melakukan mandi bilas sampai tali pusarnya sembuh dan rontok (biasanya dalam satu atau dua minggu).

Salah satu komponen yang penting ketika memandikan bayi adalah perlengkapan mandi yang harus sudah tersedia ketika si kecil dilahirkan.

  • Memilih produk dan perlengkapan bayi

Seperti yang kita tahu bahwa bayi yang baru lahir memiliki kulit yang sangat lembut.

Sehingga produk bayi yang ideal adalah produk yang tidak mengiritasi kulit dan mata, membuat kulitnya kering atau mengganggu pH kulit alaminya.

Menyimpan produk bayi dengan baik juga penting untuk menjaga keutuhan kualitasnya.

  • Mengganti popok bayi

Untuk orang tua baru mungkin terkejut dengan berapa banyak popok yang akan dipakai sepanjang hari oleh si kecil.

Supaya tidak ribet sebaiknya siapkan persediaan popok dalam jumlah yang cukup.

Meskipun mungkin tugas ini tampak tidak glamor, namun mengganti popok secara teratur adalah kesempatan yang baik untuk membuat nyaman si buah hati.

  • Menenangkan bayi

Kebanyakan bayi rata-rata menagis selama 2 jam per hari pada 3 bulan pertama usianya.

Meskipun Anda akan merasa bingung dengan kondisi ini, tetapi fase ini merupakan fese normal.

Untuk menenangkan bayi Anda, pertama cobalan untuk memastikan penyebab bayi Anda merasa tidak nyaman.

Apakah bayi Anda lapar? Atau perut bayi Anda merasa tidak nyaman? Apakah popok bayinya harus diganti? Apakah sudah waktunya tidur siang? Apakah bayi Anda terganggu dengan kebisingan, cahaya atau aktivitas lainnya?

Untuk membantu menenangkan bayi yang mengantuk, cobalah untuk menggendongnya sambil menggoyangkan tubuhnya dengan lembut.

Bernyanyi atau berbicara dengan lembut pada bayi Anda adalah salah satu cara untuk membuatnya lebih tenang.

Ketika menggendongnya, Anda juga bisa mengelus-ngelus punggung si kecil. Tentukanlah posisi yang tepat agar Anda dan sang bayi merasa nyaman.

  • Memijat bayi

Penelian telah menunjukan bahwa memijat dapat menenangkan sang bayi, memperbaiki pola tidurnnya dan menenangkan mereka ketika rewel.

Memijat bayi juga cara terbaik untuk menjalin ikatan dengan bayi Anda.

  • Menyusui bayi

Banyak ahli kesehatan profesional setuju bahwa tidak ada yang lebih baik dari pada ASI untuk memenuhi asupan nutrisi untuk si kecil.

Secara nutrisi, ASI dibuat khusus untuk bayi Anda. Tentunya, terkadang sang ibu tidak dapat menyusui si kecil dikarenakan ada masalah medis yang mendasarinya.

Tidak peduli bagaimana Anda memutuskan untuk menyusui si kecil, selalu pastikan untuk memegang atau mendekap mereka ketika menyusui.

  • Cara tidur bayi

Cara tidur bayi Anda akan berubah ketika ia tumbuh. Bayi yang baru lahir memiliki waktu tidur lebih banyak per harinya, dan akan sering terbangun baik pada siang atau malam hari.

Meski begitu, Anda masih bisa mengembangkan rutinitas tidur bayi Anda sedini mungkin saat ia masih berusia 6-8 minggu.

Sampai bayi Anda berkembang dan sudah mulai bisa mengatur waktu tidurnya.

Yang perlu Anda lakukan tidak mengajaknya bermain dimalam hari sehingga ia mendapatkan waktu tidur lebih banyak di malam hari dan lebih sedikit di malam hari.

Penyakit yang Berkaitan dengan Bayi yang Baru Lahir

Berikut adalah 15 penyakit yang berkaitan dengan bayi yang baru lahir, diantaranya:

  1. Cedera lahir

Cedera lahir dapat disebabkan oleh penggunaan alat, salah satunya forceps yang digunakan saat mengeluarkan bayi saat persalinan. Kebanyakan bayi dapat pulih dengan cepat dari trauma ini.

Adanya beberapa kendala seperti poisis bayi yang tidak tepat (biasanya bagian punggung atau kaki bayi yang pertama keluar), mengakibatkan sang bayi menderita fraktur tulang lunak.

Hal ini dikarenakan adanya tekanan yang diberikan instrumen yang digunakan selama persalinan dan lain sebagainya.

Dokter biasanya akan memeriksa dan mengevaluasi tingkat keparahan cedera yang di derita.

  1. Jaundice

Jaundice adalah kondisi kelebihan bilirubin yang menyebabkan kekuningan pada kulit. Jaundice adalah gangguan yang cukup umum pada bayi yang baru lahir terutama penyakit kuning neonatal.

Jaundice neonatal biasanya dapat pulih seiring berjalannya waktu. Jika bersifat serius, segera periksakan ke dokter Anda.

Dikarenakan organ hati sang bayi yang belum dewasa dan tidak akan mampu untuk menangani blirubin dari kandung empedu.

  1. Sakit perut

Bayi Anda yang menangis terus menerus tanpa alasan yang jelas biasanya diakibatkan oleh sakit perut. Si kecil hanya bisa menangis untuk menunjukan rasa tidak nyaman yang dialaminya.

Sakit perut ini bisanya akan mereda dan jarang terjadi setelah bayi berusia 3 bulan. Akan tetapi, jika kondisi ini tak kunjung hilang mungkin saja ada penyebab lain yang mendasarinya.

  1. Distensi perut

Bayi yang baru lahir memiliki perut yang menonjol dan lunak. Para ibu perlu memeriksa perut sang bayi secara rutin.

Ketika perut terasa keras dan membengkak bisa jadi disebabkan oleh gas atau sembelit.

Karena tubuh sang bayi mulai menyesuaikan asupan makanan, masalah tersebut mungkin saja dapat terselesaikan dengan mudah.

Apabila ditemukan semburat kebiru-biruan mungkin ada sejumlah gangguan serius yang melibatkan organ dalam.

  1. Kulit kebiruan dan apnea

Biasanya bayi yang baru lahir memiliki kulit kebiruan pada tangan dan kakinya. Namun kulit kebiruan tersebut akan memudar ketika sirkulasi darah membaik.

Namun jika Anda menemukannya di dekat mulut dan tak kunjung memudar, maka bisa menjadi pertanda serius yang membutuhkan penanganan dokter.

Sementara apnea adalah penghentian nafas selama 15 sampai 20 detik yang diikuti dengan kemunculan kulit kebiru-biruan.

Kondisi yang mendasarinya, diindiklasikan dengan masalah jantung yang membutuhkan perhatian medis dan intervensi yang tepat.

  1. Muntah

Muntah adalah permasalahan pada bayi yang sangat umum. Masalah serius baru diindikasikan apabila muntah ini mengalami perubahan warna menjadi hijau dan terjadi secara berkelanjutan.

Intoleransi lakstosa dan ASI juga merupakan masalah yang cukup umum dan membutuhkan dukungan dan pemantauan medis tertentu.

Sering muntah atau memuntahkan susu ketika menyusui, bisa disebabkan oleh infeksi atau masalah pencernaan.

  1. Batuk

Sang bayi bisanya mengalami batuk ketika menyusui, apabila susu mengalir terlalu cepat.

Batuk dan tersedak yang berkelanjutan ketika menyusui dapat diindikasikan sebagai gangguan pada paru-paru atau sistem pencernaan.

Batuk berkelanjutan yang terjadi di malan hari mungkin mengindikasikan batuk rejan atau gangguan pernapasan.

  1. Gangguan pernapasan

Hal ini terjadi ketika adanya oksigen yang tidak cukup untuk bayi dikarenakan adanya sumbatan pada saluran pernapasan.

Kondisi ini memakan waktu beberapa jam untuk bayi yang baru lahir agar dapat kembali bernapas dengan normal.

Semburat kebiruan yang dimiliki bayi juga seharusnya menghilang ketika pernapasannya kembali lancar.

  1. Anemia

Anemia adalah kekurangan kadar hemoglobin yang menandakan kadar oksigen rendah dalam aliran darah.

Anak-anak dari ibu anemia juga akan terlahir anemia. Apakbila tidak terobati, anemia dapat menjadi kondisi fatal dan serius.

  1. Demam

Demam adalah tanda bahwa tubuh Anda sedang memerangi infeksi.

Namun demam tinggi yang bekelanjutan dengan suhu tinggi pada bayi dapat mengakibatkan kejang serta kerusakan otak yang bersifat serius dan fatal.

  1. Gangguan kulit

Gangguan kulit seperti ruam popok dan cradle cap adalah gangguan kulit umum yang akan terasa menyakitkan untuk bayi.

Dua kondisi ini adalah reaksi kulit pada pewarna atau isi popoknya. Sering mengganti popok dan menggunakan krim popok yang baik sangatlah disarankan.

Rambut bayi juga harus dibersihkan dengan sampo yang ringan secara rutin jika bayi Anda memiliki cradle cap.

  1. Infeksi telinga

Infeksi telinga adalah penyakit umum pada bayi. Si kecil akan sangat rewel ketika menderita infeksi telinga.

Infeksi virus adalah keadaan yang sangat umum dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Namun infeksi bakteri dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang mungkin mengharuskan bayi Anda untuk mendapatkan antibiotik.

  1. Oral thrush

Oral thrush adalah infeksi jamur yang terjadi dalam mulut bayi. Untuk memberikan obat anti-jamur, sebaiknya periksakan ke dokter apakah kondisi ini serius atau tidak.

  1. Flu dan pilek

Flu dan pilek dapat dialami oleh hampir seluruh bayi yang baru lahir saat mereka menyesuaikan diri dengan dunia luar.

Meskipun penyakit ini hadir tidak terlalu signifikan, namun akan lebih baik jika meminta saran pengobatan dari dokter.

Pneumonia dan penyakit serius lainnya dapat berkembang sangat cepat pada bayi yang baru lahir.

  1. Diare

Diare adalah reaksi umum pada antibiotik dan infeksi pada bayi. Menjaganya tetap terhidrasi selama diare adalah cara terbaik.

Perubahan warna dan tekstur pada feses harus selalu Anda awasi. Jika ragu, konsulltasikan ke dokter untuk mendapat saran pengobatan. Sembelit juga sangat umum di derita bayi yang baru lahir.

Bayi yang baru lahir memang terkesan rentan untuk terserang penyakit.

Sistem imunnya yang belum terbentuk dengan sempurna serta penyesuaian dengan lingkungan adalah faktor yang mendukung sejumlah penyakit tersebut terjadi.

Nah sekian dulu pembahasan mengenai Cara Merawat Bayi yang Baru Lahir – Definisi dan Penyakit Terkait. Semoga pembahasan di atas dapat membantu dan bermanfaat …

Cara Merawat Bayi Baru Lahir - Definisi dan Penyakit Terkait

Sumber

    https://parenting.firstcry.com/articles/15-common-baby-problems-and-diseases/ 

    https://www.johnsonsbaby.com.ph/preparing-for-baby/first-10-days-baby-basics

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *