Cara Mengejan yang Baik dan Benar Saat Melahirkan

Cara Mengejan yang Baik dan Benar Saat Melahirkan

Hai Reader’s !! Jumpa lagi bersama kami Mujahadah.NET dengan membawa informasi menarik seputar kesehatan yang tentunya sangat bermanfaat bagi Anda semua.

Kali ini Mujahadah.NET akan menyajikan informasi seputar kehamilan yang wajib untuk diketahui oleh semua para wanita. Khususnya, untuk ibu hamil yang sebentar lagi akan melahirkan.

Karena kami disini akan membahas Cara Mengejan yang Baik dan Benar Saat Melahirkan . Untuk itu, pantengin terus sampai akhir ya !

Mengejan merupakan proses terakhir  yang harus dilalui ketika hamil yang mana mengejan merupakan usaha untuk mengeluarkan sang buah hati dari dalam kandungan.

Mengejan juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada cara-cara tertentu yang harus diikuti supaya proses melahirkan berjalan lancar.

Sang calon ibu baru bisa mengejan ketika mulut rahim sudah terbuka kurang lebih 10 cm atau biasa disebut pembukaan 10.

Sebelum pembukaan tersebut Anda tidak boleh dulu untuk mengejan. Dikarenakan mengejan sebelum waktunya dapat menyebabkan rahim menjadi membengkak dan dan manghambat proses persalinan.

Jika pembukaan belum sempurna, para ibu disarankan untuk menarik nafas setiap merasakan kontraksi. Hal ini disarankan untuk menghindari keinginan mengejan dan mengurangi rasa sakit akibat kontraksi.

Selain itu mengejan sebelum pembukaan 10 akan membuat Anda kehabisan tenaga dan kelelahan sebelum tiba waktu persalinan.

Untuk menghindari kondisi-kondisi tersebut, kami akan memberikan beberapa cara mengejan yang bayik dan benar saat melahirkan, diantaranya:

1. Tunggu aba-aba dari dokter maupun bidan.

Sebelum mereka menyatakan pembukaan yang sempurna, Anda disarankan untuk tidak mengejan terlebih dahulu. Anda juga akan merasakan seperti ingin mengejan padahal pembukaan belum sempurna.

Jika seperti itu, usahakan untuk tidak menuruti perasaan yang anda rasakan. Satu-satunya yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan aturlah pernapasan.

Seperti yang dikatakan sebelumnya jika Anda mengejan sebelum waktunya serviks akan mengalami pembengkakan sehingga menghalangi proses persalinan.

2. Temukan posisi yang benar-benar membuat Anda nyaman.

Ada beragam posisi yang bisa menjadi alternatif supaya Anda mendapatkan posisi yang nyaman seperti jongkok ataupun duduk.

Posisi yang dibutuhkan setiap orang tentunya berbeda hal ini juga bergantung pada fasilitas persalinan yang tersedia.

3. Mengejanlah saat terjadi kontraksi.

Daripada mengejan terus menerus, akan lebih efektif jika Anda mengejan saat terjadi kontraksi. Biasanya kontraksi ini dirasakan setiap 5 hingga 7 menit sekali.

Dengan durasi 45 sampai 90 detik. Jadi ketika tidak terjadi kontraksi dari pada mengejanl, Anda bisa memanfaatkan waktunya untuk istirahat maupun tidur sejenak

4. Apabila terjadi kontraksi, doronglah seperti Anda hendak buang air besar

Usaha tersebut dapat membantu bayi terdorong keluar dari vagina.

5. Setelah kontraksi berakhir, Anda bisa bersantai dengan mengubah posisi menjadi duduk atau berbaring.

Cara tersebut dapat membantu mengoptimalkan posisi sang bayi dalam kandungan. Namun akan lebih maksimal jika Anda mengambil posisi tegak, karena gaya gravitasi bumi dapat membantu bayi turun dan lebih memudahkan persalinan.

Memang setiap ibu yang melahirkan pastinya kesulitan untuk mengubah posisi berbaring ke jongkok. Lain halnya jika Anda memilih proses melahirkan dengan waterbirth atau melahirkan dalam air.

Dengan cara ini Anda bisa bebas untuk mengubah-ngubah posisi saat melahirkan yang dapat membantu memperlancar prosesnya.

6. Apabila memungkinkan, Anda bisa meminta dokter ataupun bidan untuk meletakan cermin di depan lubang vagina saat kepala sang bayi sudah mulai terlihat.

Pada sejumlah ibu cara ini efektif untuk memotivasi sang ibu dalam melancarkan proses persalinan.

Para ibu juga bisa menyentuh atau memegang kepala sang bayi sehingga dapat merangsang hormon oksitosin yang dapat membuat sang ibu lebih semangat lagi.

7. Lanjutkan proses mengejan setiap timbulnya kontraksi sampai bayi Anda dilahirkan.

Bidan dan dokter mungkin akan memberikan arahan dan aba-aba kapan dan bagaimana Anda harus mengejan.

Tips yang Bisa Dilakukan Ketika Mengejan Saat Persalinan

  • Mengatur pernapasan ketika akan mengejan adalah hal yang paling penting.
  • Ketika persalinan berlangsung Anda akan mengeluarkan banyak tenaga sehingga minumlah air atau air madu agar tubuh tetap terhidrasi.
  • Menemukan posisi yang paling nyaman ketika akan mengejan. Ubahlah posisi Anda jika dirasa memungkinkan.
  • Ketika tubuh rileks dan pernapasan teratur proses dorongan untuk mengeluarkan bayi akan lebih mudah. Hal ini dikarenakan seluruh otot di jalur keluarnya bayi akan melebar secara alami.
  • Saat mengejan usahakan untuk tetap tenang. Dorongan orang-orang disekitar juga sangat penting untuk memberikan suasana positif ketika sang ibu hendak melahirkan.

Untuk para ibu yang pertama kali melahirkan, jangan panik ataupun khawatir. Karena melahirkan adalah sesuatu yang alami yang memang harus dilalui sebelum Anda menimang sang buah hati.

Pastikan untuk tetap positif dan tenang selama proses persalinan. Percayakan pada bidan maupun dokter yang menangani Anda selama proses persalinan.

Selain itu dukungan dari orang-orang tercinta seperti suami dan keluarga juga merupkan hal yang sangat penting untuk mendukung lancarnya proses melahirkan.

Itulah sedikit informasi yang bisa kami berikan. Semoga dengan ulasan singkat diatas tidak akan membuat Anda kebingungan atau khawatir ketika menghadapi persalinan.

Jika Anda ingin bertanya seputar kehamilan lainnya, Anda jangan sungkan untuk bertanya kepada kami. Cukup tuliskan pertanyaan Anda di kolom komentar yang telah kami sediakan.

Sumber

    http://ibuhamil.com/diskusi-umum/33977-bagaimana-cara-mengejan-yang-baik-saat-melahirkan-share-artikel.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *