Ketuban Pecah – Definisi dan Penyakit Terkait

Ketuban Pecah - Definisi dan Penyakit Terkait

Hai moms… Balik lagi di Mujahadah.NET yang siap memberikan informasi terbaru seputar kesehatan.

Tahukah Anda mom, seputar air ketuban? Cairan ini memang sangat identik dengan kondisi kehamilan.

Air ketuban memang merupakan bagian terpenting selama ibu mengandung. Akan tetapi bagaimana jadinya jika ketuban tersebut pecah? Apakah hal tersebut membahayakan ibu hamil dan bayinya?

Nah untuk menjawab ketidaktahuan tersebut kami merangkum beberapa materi mengenai Ketuban Pecah – Definisi dan Penyakit Terkait. Baca sampai selesai ya moms..

Selama kehamilan janin dikelilingi oleh carian ketuban yang merupakan zat yang terlihat lebih seperti air.

Cairan ketuban mengandung sel janin hidup dan zat lainnya seperti alpha-fetoprotein (AFP).

Zat-zat ini memberikan informasi penting mengenai kesehatan bayi Anda sebelum lahir.

Ketika Anda mengandung, kantung dari cairan ketuban tersebut berfungsi menahan bayi Anda.

Selain itu kantung tersebut juga memberi rasa nyaman dan aman bagi si bayi ketika berada dalam perut.

Kantung air ketuban membentuk ruangan yang berfungsi untuk tumbuh kembang bayi Anda, menjaga suhunya stabil dan menjaga bantalan tali pusar agar tidak terjepit.

Ketika tubuh Anda siap untuk melahirkan si buah hati, cairan tersebut akan pecah dan mengalir melalui vagina. Hal ini dapat terjadi sebelum atau selama proses persalinan.

Ketika Anda mulai merasakan kontrakasi dan leher rahim akan mulai menipis dan melebar sehingga bayi dapat keluar.

Jika Anda mengalami pecah ketuban sebelum kontraksi terjadi maka kondisi ini disebut dengan ketuban pecah dini.

Penyakit dan Kondisi Tubuh yang Berkaitan dengan Ketuban Pecah

Sudah selayaknya ketika akan melahirkan ketuban yang menopang sang bayi dalam rahim sang ibu akan pecah.

Bisanya dalam kurun waktu 24 jam setelah ketuban pecah bayi di dalamnya akan keluar.

Namun apabila ketuban pecah sebelum usia kehamilan 37 minggu maka disebut dengan ketuban pecah dini.

Ada beberapa hal yang berkaitan dengan kondisi tersebut misalnya :

  • Infeksi pada rahim, leher rahim, kantung ketuban, atau vagina
  • Pernah mengalami cedera fisik
  • Terlalu regang antara rahim dan kantung ketuban
  • Berat badan yang terlalu rendah
  • Infeksi saluran kemih terutama yang tidak diobati
  • Perdarahan pada vagina selama masa kehamilan
  • Adanya masalah pada serviks selama mengandung
  • Kelainan plasenta
  • Tekanan darah tinggi

Selain ada beberapa penyakit yang berkaitan dengan kondisi tersebut, ketuban pecah dini juga dapat mengakibatkan komplikasi jika tidak tangani dengan serius, seperti :

  • Bayi beresiko terlahir prematur
  • Retensi plasenta menjadi meningkat
  • Tali pusar yang terjepit antara dinding rahim dan janin membuat si bayi beresiko mengalami cedera otak bahkan kematian.
  • Infeksi pada rahim yang terjadi ketika kuman masuk ke dalam kantung ketuban.

Kondisi ini menyebabkan penderitanya mengalami kenaikan suhu tubuh, munculnya keputihan abnormal dan vagina yang berbau tidak sedap.

Bahkan bayi bisa memiliki detak jantung abnormal sehingga beresiko tinggi mengalami sepsis.

Menjaga kondisi tubuh sebaik mungkin adalah hal yang paling penting selama Anda mengandung.

Karena kesehatan yang terganggu tidak hanya berdampak pada Anda saja, melainkan juga pada bayi yang sedang Anda kandung.

Apabila Anda pernah merasakan hal tersebut sebaiknya segera periksakan ke dokter ataupun rumah sakit. Dikarenakan ketuban pecah dini tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Ketuban pecah dini juga memberikan dampak yang buruk pada tumbuh kembang bayi.

Perlu diketahui bahwa jika ketuban pecah sudah mendekati waktu persalinan, itu bukan merupakan kondisi yang berbahaya.

Anda wajib mengkonsultasikan ke dokter Anda, untuk mendapatkan kiat apa saja yang bisa dilakukan apabila terjadi ketuban pecah menjelang waktu persalinan.

Nah itulah tadi sedikit informasi mengenai Ketuban Pecah – Definisi dan Penyakit Terkait. Semoga informasi diatas membantu dan bermanfaat. Terimakasih…

Sumber

    https://www.webmd.com/baby/pregnancy-amniocentesis#1

    https://www.webmd.com/baby/fluid-leakage#2

    https://www.alodokter.com/penyebab-dan-akibat-ketuban-pecah-dini.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *