Obat Pencegah Kehamilan yang Tersedia di Apotik.

Hallo Sobat Mujahadah.NET kami hadir kembali dan siap memberikan informasi penting dari dunia kesehatan.

Pada kesempatan hari ini kami akan mengulas mengenai Obat Pencegah Kehamilan yang Tersedia di Apotik.

Nah, bagi para pasutri yang sedang mencari obat pencegah kehamilan, berikut ini kami hadirkan beberapa jenis obat yang sangat direkomendasikan.

Obat Pencegah Kehamilan yang Tersedia di Apotik.

Ketika sebagian orang sangat mendambakan kehamilan, ada juga beberapa pasangan yang ingin menunda terlebih dahulu proses tersebut.

Lantaran, beberapa dari mereka memiliki berbagai alasan yang mendasarinya seperti masalah kesehatan, sosial, karir dan ekonomi.

Tak jarang, para orang tua yang telah memiliki keturunan sebelumnya ingin menjaga jarak dari satu anak ke anak lainnya sehingga menunda kehamilan.

Oleh karenanya banyak wanita yang telah menikah memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang terdiri dari bentuk obat maupun alat.

Untuk Anda dan pasangan yang ingin menunda kehamilan dengan menggunakan obat pencegah kehamilan, Anda bisa mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Mereka akan merekomendasikan beberapa jenis obat yang tepat dan cocok untuk Anda konsumsi.

Sebelum berlanjut mengenai pembahasan obatnya, kita simak dulu beberapa jenis kondisi kesehatan yang mengharuskan untuk menunda kehamilan berikut ini.

Kondisi Kesehatan yang Mengharuskan Menunda Kehamilan

  1. Diabetes Dependensi Insulin

Wanita dapat mengidap diabetes sebelum mereka hamil yang sering disebut dengan diabetes pregestational.

Jenis diabetes ini berbeda dari jenis diabetes yang berhubungan dengan kehamilan yang akrab disapa dengan diabetes gestational.

Ketika wanita sedang mengandung, tubuhnya dapat mengubah cara dalam menggunakan glukosa yang dapat menyebabkan kondisi diabetes memburuk atau diabetes gestational.

Kadar gula darah yang meningkat dapat disebabkan oleh insulin yang diblokir oleh hormon estrogen, laktogen dan kortiserol yang diproduksi oleh plasenta pada akhir masa kehamilan.

Hal ini juga dapat memicu komplikasi seperti keguguran, kadar glukosa yang rendah, ketoasidosis dan tingkat glukosa darah yang tinggi serta diperlukannya suntikan insulin lebih sering.

Penderita diabetes gestational cenderung memperburuk masalah diabetes jangka panjang seperti penyakit jantung, gangguan mata, penyakit ginjal bahkan dapat mengembangkan diabetes tipe 2.

Disamping itu, diabetes gestational juga dapat berkembang di kehamilan selanjutnya.

Adapun dampak penyakit ini pada bayi yang dikandung diantaranya,  bayi lahir mati, cacat lahir, makrosomia, cedera lahir, hipoglikemia, gangguan pernapasan dan gangguan kesehatan lainnya.

  1. Epilepsi

Setiap wanita memiliki pengaruh yang berbeda terhadap epilepsi. Siklus hormonal, menstruasi, kehamilan hingga menopause adalah tahap kehidupan yang dipengaruhi oleh epilepsi.

Pengobatan epilepsi mungkin dapat dipengaruhi oleh hormonal atau bisa juga kondisi epilepsi dan pengobatannya dapat memengaruhi hormon.

Memang, sebagian besar perempuan dengan epilepsi memiliki kesempatan untuk mengandung, namun mereka memiliki resiko tertentu daripada wanita non-epileptik.

Resiko ini juga dapat memengaruhi kesehatan ibu dan bayi, misalnya sang ibu dapat:

  • Mengalami peningkatan frekuensi kejang 15-30 persen pada terimester pertama. Hal tersebut diduga dipicu oleh retensi air dan garam, penurnan kadar obat antiepilepsi, perubahan hormon dan stres.
  • Epilepsi meningkatkan resiko ketikdaksuburan salah satunya sindrom ovarium polikistik.
  • Trauma akibat jatuh dapat memicu persalinan prematur, penurunan denyut jantung bayi dan keguguran.
  • Ketika kejang, bayi dapat kekurangan oksigen dan meningkatkan keguguran dan lahir mati.
  1. Hipertensi dan Obesitas

Hipertensi dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk hamil secara tidak langsung.

Hipertensi atau darah tinggi ini sebenarnya tidak akan memengaruhi pasokan sel telur, kemampuan untuk ovulasi dan kesehatan telur dan embrio.

Meskipun beberapa temuan mengatakan bahwa hipertensi dapat memengaruhi lapisan rahim, yang dapat mengganggu implantasi sehat dari embrio ini, namun hal tersebut sebagian masih berupa teori.

Bagi wanita yang ingin mengandung, tekanan darah tinggi dan obesitas harus menjadi pertimbangan tersendiri.

Wanita dengan usia reproduksi dan memiliki tekanan darah tinggi dapat menurunkan kesuburan.

Dimana sindrom ovarium polikistik adalah gangguan yang sering berhubungan dengan obesitas, ketidaksubruan serta tekanan darah tinggi.

  1. Kanker Payudara

Mengidap kanker payudara saat hamil adalah salah satu kasus yang cukup jarang, yang ditemukan pada sekitar 1 dari 3.000 wanita hamil.

Kanker ini jarang memengaruhi pertumbuhan bayi tetapi mengidap kanker ini dapat sangat menyulitkan bagi ibu dan tim kesehatan.

Kehamilan dapat membuat kanker payudara lebih sulit ditemukan, didiagnosis bahkan diobati.

Kehamilan memang tidak memperburuk prognosis bagi mereka yang didiagnosis penyakit ini ketika hamil.

Namun karena kanker payudara berhubungan dengan kehamilan lebih banyak terjadi pada populasi usia yang lebih muda, yang mungkin memiliki fitur yang membawa resiko yang lebih tinggi pada kondisi tertentu.

Beberapa kondisi tersebut diantaranya metastasis tumor bermutu tinggi dan reseptor estrogen negatif sehingga kelompok wanita yang lebih muda diperkirakan memiliki prognosis yang lebih rendah.

Dengan mengakhiri kehamilan di percaya dapat memudahkan pengobatan kanker.

Akan tetapi sebelum itu, hal ini harus dipastikan bahwa dengan mengakhiri kehamilan dapat menjamin kelangsungan hidup secara keseluruhan atau hasil akhir dari kanker tersebut.

Nah, itulah dia beberapa kondisi kesehatan yang menghruskan seorang wanita untuk menunda kehamilan.

Selain itu, ada juga sejumlah kondisi kesehatan yang berhubungan dengan kehamilan seperti zika, lupus, tuberkulosis, HIV/AIDS dan penyakit jantung iskemik dan klep jantung.

Pada kebanyakan kasus, mereka yang ingin mencegah atau menunda kehamilan dianjurkan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang salah satunya berbentuk obat atau pil.

Untuk Anda yang sedang mencari obat pencegah kehamilan, berikut ini kami rekomendasikan jenis-jenisnya.


Obat Pencegah Kehamilan yang Tersedia di Apotik

Microgynon

Microgynon Obat Pencegah Kehamilan di Apotik

Microgynon adalah kontrasepsi oral kombinasi yang digunakan untuk mencegah kehamilan.

Obat ini berasal dari kombinasi levonorgestrel dan etinil estradiol yang merupakan turunan hormon progesteron yang dapat membantu mengatur reproduksi wanita.

Ketika dikonsumsi, obat ini akan menekan hormon gonadotropin untuk menghambat ovulasi dan mengurangi implantasi pengentalan pada endometrium.

Microgynon dapat membantu membuat cairan mukosa menjadi mengental yang terdapat dalam leher rahim sehingga sperma yang terdapat dalam ovarium akan sulit bergerak.

Konsumsi obat ini sebanyak 1 tablet sehari selam 28 hari secara teratur.

Postinor

Postinor Obat Pencegah Kehamilan di Apotik

Postinor adalah kontrasepsi darurat yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan dalam kurun waktu 72 jam seteleh berhubungan seksual tanpa pelindung maupun alat kontrasepsi.

Postinor bekerja dengan cara menghambat sel telur dalam endometrium dan merangsang pergerakan tuba dan meningkatkan viskositas lapisan rahim.

Obat  ini berkomposisikan levonorgestrel yang dapat dikonsumsi 2 tablet selama 12-72 jam setelah hubungan seksual tanpa perlindungan.

Itulah mengapa Postinor dikategorikan sebagai kontrasepsi oral darurat.

Trinordiol 28

Trinordiol 28 Obat Pencegah Kehamilan di Apotik

Trinordiol 28 juga merupakan kontrasepsi oral yang didalamnya terdapat levonorgestrel ialah hormon turunan progesteron. Selain itu, obat ini juga dilengkapi dengan ethynilestradiol 0,03 mg.

Obat ini dapat diminum sebanyak 1 tablet sehari selama 28 hari pada saat yang sama. Trinordiol harus dikonsumsi saat hari pertama menstruasi.

Pil KB Andalan

Pil KB Andalan Obat Pencegah Kehamilan di Apotik

Pil KB Andalan adalah salah satu kontrasepsi oral yang sudah banyak digunakan masyarakat Indonesia.

Pil tersebut mengandung 28 tablet salut gula, terdiri dari 21 tablet aktif yang mengandung ethinilestradiol 0,03 mg dan levonorgestrel 0,15 serta 7 tablet plasebo yang mengandung sakarum laktis.

Untuk dosis dan cara penggunaannya Anda harus menunggu sampai periode menstruasi berikutnya. Pada hari pertama haid atau hari pertama pendarahan minumlah tablet ini sebanyak 1 tablet.

Konsumsi mulai dari pil berwarna kuning (tablet plasebo) saat menstruasi pertama. Lanjutkan konsumsi tablet sesuai arah anak panah sampai obat tersebut benar-benar habis.

Ada baiknya jika pil ini dikonsumsi pada waktu yang sama di setiap harinya.


Di Indonesia sendiri penggunaan kontrasepsi oral maupun bentuk lainnya memang sudah tidak begitu asing.

Untuk Anda yang masih bingung mau pakai obat pencegah kehamilan yang mana, Anda bisa mulai memeriksakan kondisi dan konsultasikanlah dengan dokter kandungan untuk mengetahui jenis obat apa yang cocok dikonsumsi.

Sekian dulu ya artikel kali ini, kami akan kembali membawa informasi penting lainnya yang lebih menarik.

Obat Pencegah Kehamilan yang Tersedia di Apotik.

Sumber

    https://www.k24klik.com/cariObat/tag:pencegah%20kehamilan

    https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/10-alasan-medis-menunda-kehamilan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *