Menopause – Definisi dan Penyakit Terkait

Menopause - Definisi dan Penyakit Terkait

Hallo, kami kembali lagi menyajikan berita penting dan menarik seputar kesehatan. Pada kesempatan kali ini Mujahadah.NET akan membahas mengenai Menopause – Definisi dan Penyakit Terkait.

Seiring bertambahnya usia memang banyak sekali perubahan alami yang akan dilalui oleh tubuh. Menopause adalah salah satu bentuk perubahan tersebut.

Yang mana menopause ini hanya dialami oleh kaum hawa saja. Lantas seperti apa menopuase itu? Untuk yang belum tahu yuk langsung saja ke ulasan lengkapnya berikut ini !!

Menoapause adalah waktu yang menadai berakhirnya siklus menstruasi seorang wanita. Kondisi ini di diagnosa setelah Anda tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan.

Menopause dapat terjadi ketika Anda memasuki umur 40an dan 50an, tetapi usia rata-rata wanita mengalami menopause di Amerika Serikat adalah 51 tahun.

Menopause adalah proses biologis alami. Tetapi kondisi ini dapat menimbulkan gejala fisik seperti hot flashes atau perasaan kepanaasan.

Dan gejala emosi dari menopause yang mungkin mengganggu pola tidur, menurunkan energi dan berpengaruh pada kesehatan emosional.

Ada banyak pengobatan efektif yang tersedia dari penyesuaian gaya hidup dan terapi hormon.

Gejala-gejala Menopause

Pada bulan atau tahun menjelang menopause (perimenopause), Anda mungkin mengalami beberapa gejala ini :

  • Siklus menstruasi yang tidak beraturan
  • Vagina kering
  • Perasaan kepanasan
  • Panas dingin
  • Berkeringat dimalam hari
  • Gangguan tidur
  • Perubahan suasana hati
  • Bertambahnya berat badan dan metabolisme yang melambat
  • Rambut menipis dan rambut kering

Gejala-gejala termasuk perubahan menstruasi berbeda pada setiap wanitanya. Kemungkinan Anda akan mengalami periode yang tidak beraturan sebelum kondisi ini berakhir.

Menstruasi yang terlewat selama perimenopause memang hal yang wajar. Sering sekali, periode menstruasi akan terlewat satu bulan lalu normal kembali.

Atau ada yang melewatinya beberapa bulan dan kemudian siklusnya kembali normal beberapa bulan setelahnya.

Menstruasi juga cenderung terjadi dalam waktu yang sebentar. Selain menstruasi yang tidak beraturan, kehamilan juga mungkin saja terjadi.

Jika haid Anda terlewat tetapi Anda tidak yakin telah mumulai transisi menopause, pertimbangkan untuk melakukan tes kehamilan.

Penyakit dan Kondisi Tubuh yang Berkaitan dengan Menopause

  1. Penyakit kardiovaskular

Ketika kadar estrogen menurun, maka resiko terkena penyakit kardiovaskular meningkat. Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian pada perempuan serta laki-laki.

Sehingga sangat penting untuk berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan sehat dan mempertahankan berat badan.

Tanyakan pada dokter Anda untuk tentang bagaimana cara melindungi jantung agar tetap sehat.

Anda juga bisa mengontrol kadar kolesterol dan tekanan darah agar terhindar dari penyakit kardiovaskular.

  1. Osteoporosis

Kondisi ini menyebabkan tulang menjadi rapuh dan lemah yang dapat meningkatkan resiko patah tulang.

Selama beberapa tahun pertama setelah menopause, Anda mungkin kehilangan massa tulang lebih cepat dan meningkakan resiko osteoporosis.

Wanita pascamenopause dengan osteoporosis, terutama rentan mengalami patah pada tulang belakang, pinggul dan pergelangan tangan.

  1. Inkontinensia urin

Karena jaringan pada vagina dan uretra kehilangan keelastisannya, Anda mungkin mengalami desakan untuk buang air kecil yang sering, tiba-tiba dan kuat.

Kondisi ini diiringi dengan keluarnya urin dengan tidak sengaja (dorongan inkontinensia) atau keluarnya urin saat batuk, tertawa atau ketika akan mengangkat sesuatu (inkontinensia stres).

Ketika mengalami kondisi ini Anda mungkin mengalami infeksi saluran kemih lebih sering.

Memperkuat otot-otot dasar panggul dengan latihan kegel dan menggunakan estrogen vagina topikal dapat membantu meringankan gejala inkontinensia.

Terapi hormon mungkin juga menjadi pilihan pengobatan efektif untuk saluran kemih wanita menopause dan perubahan vagina  yang dapat menyebabkan inkontinensia urin.

  1. Fungsi seksual

Kekeringan vagina dari menurunnya produksi kelembaban dan hilangnya elastisitas dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan pendarahan ringan selama hubungan seksual.

Juga, menurunnya sensasi mungkin juga menurunkan hasrat untuk melakukan aktivitas seksual (libido).

Pelembab vagina yang berbasis air mungkin dapat membantu mengatasi hal tersebut.

Jika hal itu saja tidak cukup, banyak wanita yang menggunakan perawatan estrogen vagina lokal yang tersedia dalam bentuk krim, tablet atau cincin vagina.

  1. Bertambahnya berat badan

Selain berkaitan dengan sejumlah penyakit, terjadinya menopause juga berkatian dengan bertambahnya berat badan.

Banyak wanita berat badannya meningkat selama masa transisi menopause dan setelah menopause karena proses metabolisme yang melambat.

Anda mungkin perlu mengurangi makan dan melakukan olahraga untuk mempertahankan berat badan saat ini.

Menjaga tubuh tetap fit mungkin bisa Anda lakukan untuk menghadapai menopause.

Selain itu, karena menopause merupakan kondisi biologi yang alami sehingga Anda tidak perlu khawatir atau pun gelisah ketika menghadapinya.

Sumber

    https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menopause/symptoms-causes/syc-20353397

    https://www.webmd.com/menopause/guide/menopause-heart-disease#1

    https://www.healthline.com/health/menopause

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *