Muntah – Definisi dan Penyakit Terkait

Muntah - Definisi dan Penyakit Terkait

Sahabat Mujahadah.NET apakah Anda pernah mengalami muntah? Apa yang Anda rasakan ketika mengalami hal tersebut?

Rasa tidak nyaman, pusing dan juga mual memang biasanya menyertai muntah ini. Biasanya muntah tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa kondisi yang berkaitan dengan mual tersebut.

Oleh karenanya kali ini kami akan membahas tentang Muntah – Definisi dan Penyakit Terkait. Pembahasan lengkapnya ada di bawah ini !!!

Muntah adalah pengeluaran isi perut yang bersifat terpaksa. Kondisi ini terkadang dikaitan dengan sesuatu yang tidak beres dalam perut. Muntah ini dapat disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya.

Muntah juga bisa menyebabkan dehidrasi yang menjadi kondisi yang sangat mematikan apabila tidak ditangani dengan tepat.

Muntah biasanya disertai dengan rasa mual. Yang mana keduanya bukan merupakan suatu penyakit melainkan kondisi yang berhubungan dengan penyakit dan keadaan tubuh tertentu misalnya :

  1. Gastroenteritis

Jika Anda mengalami diare serta muntah, kemungkinan Anda menderita gastroenteritis. Ini adalah salah satu penyebab muntah paling umum terutama pada orang dewasa.

Muntah tersebut sering disebabkan oleh virus yang ditularkan seseorang seperti norovirus atau keracunan makanan yang disebabkan oleh mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi bakteri.

Sistem imun Anda biasanya akan melawan infeksi setelah beberapa hari dan tindakan perawatan mungkin dibutuhkan jika kondisi ini terjadi terus menerus.

  1. Migrain

Apabila Anda mengalami muntah yang sering dan intens, sakit kepala berdenyut dan berlangsung selama beberapa jam hinga berhari-hari, mungkin Anda mengalami migrain.

  1. Labyrinthitis

Muntah yang diikuti pusing dan sensasi berputar (vertigo) mungkin disebabkan oleh infeksi telinga bagian dalam yang disebut dengan labyrinthitis.

Labyrinthitis biasanya akan meningkat selama beberapa hari. Pengobatan mungkin diperlukan untuk mengurangi gejalanya.

  1. Motion sickness (mabuk)

Mual dan muntah memang dua hal yang berkatian terutama ketika dalam perjalanan yang dapat menjadi gejala dari mabuk. Gejala-gejala ini terkadang dapat diatasi dengan mengalihkan perhatian Anda.

Baik itu dengan cara melihat pemandangan sekitar, mendengarkan musik ataupun mengonsumsi obat untuk mencegah kondisi ini.

  1. Usus buntu

Usus buntuk dapat menyebabkan rasa sakit yang sangat parah pada perut Anda bahkan disertai dengan muntah.

Muntah tersebut biasanya menjadi tanda bahwa usus buntu tersebut kemungkinan akan pecah.

Jika demikian, Anda mungkin akan membutuhkan tindakan operasi untuk mengangakat bagian usus buntu tersebut.

Selain beberapa penyakit diatas, kehamilan juga sangat berkaitan erat dengan muntah. Wanita hamil biasanya mengalami mual dan muntah yang berulang terutama pada tahap awal kehamilan.

Keadaan ini sering disebut dengan “morning sickness” meskipun muntah tersebut dapat terjadi di siang hari.

Pada kebanyakan kasus, morning sickness akan berkembang pada beberapa poin selama 3 bulan pertama kehamilan dan akan mereda sekitar usia kehamilan 16-20 minggu.

Sedangkan muntah pada anak-anak biasanya berkaitan dengan :

  • Gastroenteritis
  • Alergi makanan
  • Infeksi lainnya
  • Usus buntu dan keracunan

Sementara muntah pada bayi dilatarbelakangi oleh :

  • Alergi makanan atau intoleransi susu.
  • Gastroesophageal refluks dimana isi perut keluar kembali ke tenggorokan.
  • Lubang dot yang terlalu besar sehingga si bayi menelan terlalu banyak susu.
  • Secara tidak sengaja menelan sesuatu yang beracun.
  • Stenosis pilorus kongenital ialah suatu kondisi yang terjadi saat lahir dimana lintasan dari perut ke usus menyempit sehingga makanan tidak dapat dicerna dengan mudah.
  • Oleh sebab itu kondisi ini sering menyebabkan muntah proyektil.
  • Hernia srangulata, biasanya bayi akan sering muntah dan menangis seolah-olah mereka sangat kesakitan. Kondisi ini dianggap sebagai kondisi darurat medis.
  • Intususepsi serta muntah akan membuat bayi Anda tampak pucat, lemah dan mengalami gejala dehidrasi.

Meskipun tampak tidak berbahaya namun muntah tidak boleh dianggap sepele. Apalagi jika terjadi secara terus menerus akan membuat tubuh kehilangan cairan dan menyebabkan dehidrasi.

Mengonsumsi makanan yang higyenis dan menjaga kebersihan mungkin bisa membantu mencegah muntah yang sering dirasakan.

Sumber

    https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/vomiting-in-children-and-babies

    https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/vomiting-in-adults

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *