Pubertas – Definisi dan Penyakit Terkait

Hai, selamat berkunjung kembali di Mujahadah.NET tentunya kami hadir lagi untuk memberikan berita dan informasi penting mengenai dunia kesehatan.

Dan pembahasan kita kali ini adalah mengenai Pubertas – Definisi dan Penyakit Terkait. Untuk Sobat Mujahadah yang sudah dewasa pastinya proses ini sudah pernah Anda lalui.

Pubertas memang menjadi salah satu fase kehidupan yang akan dilalui setiap orang baik oleh laki-laki atau pun perempuan.

Supaya lebih tahu seperti apa pubertas itu, silahkan simak ulasannya sampai selesai, ya …

Pubertas - Definisi dan Penyakit Terkait

Pubertas merupakan waktu ketika seorang laki-laki atau perempuan menjadi lebih dewasa secara seksual.

Proses ini biasanya terjadi diantara usia 10 sampai 14 tahun pada perempuan dan usia 12 sampai 16 tahun pada laki-laki.

Pubertas juga menyebabkan perubahan fisik dan memberi pengaruh berbeda pada perempuan dan laki-laki.

Pada perempuan, pubertas ini akan membuat wanita mengalami :

  • Pertumbuhan pada payudara
  • Tumbuhnya rambut di area organ kewanitaan dan ketiak
  • Menstruasi, yang biasanya terjadi di akhir

Sedangkan pada laki-laki, pubertas ini akan mengakibatkan :

  • Pubertas biasanya dimulai dengan pertumbuhan buah zakar dan penis
  • Area kelamin dan ketiak yang ditumbuhi rambut
  • Otot yang tumbuh, suara menjadi berat dan rambut wajah bertumbuh ketika proses pubertas berlanjut

Apa yang menentukan kapan pubertas ini dimulai?

Waktu terjadinya pubertas ini tidak sepenuhnya di pahami dan kemungkinan ada sejumlah faktor yang melatarbelakanginya.

Satu teori menunjukan bahwa berat badan berlebih dan komposisi tubuh mungkin memainkan peran penting dalam terjadinya pubertas.

Hal ini telah menunjukan bahwa obesitas pada anak yang meningkat dan juga berkaitan dengan keseluruhan proses pubertas pada populasi umum yang tercatat selama beberapa tahun terakhir.

Leptin adalah hormon yang dihasilkan oleh sel lemak (adipocytes) dalam tubuh, yang telah diusulkan sebagai mediator yang memungkinkan terjadi waktu pubertas tersebut

Dalam studi penelitian, hewan yang kekurangan leptin tidak akan mengalami pubertas, tetapi pubertas akan mulai terjadi ketika leptin diberikan pada hewan tersebut.

Lebih lanjut, anak perempuan dengan konsentrasi hormon leptin yang tinggi diketahui mengalami peningkatkan persentase lemak tubuh

Sehingga waktu pubertasnya terjadi lebih awal dibandingkan dengan anak perempuan dengan kadar leptin yang lebih rendah.

Konsentrasi leptin dalam darah diketahui meningkat sebelum pubertas baik pada laki-laki maupun perempuan.

Namun leptin adalah satu dari beberapa hormon yang memiliki pengaruh terhadap hipotalamus.

Hiapotalamus yang merupakan sebuah area pada otak yang mengeluarkan hormon yang dikenal sebagai hormon yang melepaskan gonadotropin.

Yang pada gilirannya akan memberi sinyal kelenjar pituitari untuk melepaskan hormon luteinzing (LH) dan hormon perangsang folikel (FSH)

Sekresi LH dan FSH oleh hipofisis beranggung jawab untuk perkembangan seksual.

Faktor genetik lebih memungkinkan memicu waktu terjadinya pubertas. Hal ini dikarenakan pubertas telah sering digambarkan bahwa :ada kaitannya dengan riwayat keluarga”.

Tak hanya itu, faktor gen juga telah teridentifikasi muncul menjadi kondisi kritis pada perkembangan pubertas normal.

Gen tersebut dikenal sebagai GPR54 yang menyandi protein yang muncul dan memiliki efek terhadap sekresi dari GnRH oleh hipotalamus.

Seseorang yang tidak memiliki salinan fungsi gen ini tidak akan memiliki proses pubertas yang normal.

Jenis-jenis Gangguan pada Pubertas

  • Pubertas sebelum waktunya

Ketika tanda pubertas muncul sebelum usia 8 tahun pada perempuan dan 9 tahun pada laki-laki maka orang tersebut didiagnosa mengalami pubertas dini (precocious puberty).

Tanda-tanda ini meliputi tumbuhnya rambut di ketiak dan alat kelamin. Perempuan mungkin mengalami pertumbuhan payudara dan mulai mengalami menstruasi.

Sementara pada laki-laki mungkin akan mengalami pertumbuhan penis, buah zakar, rambut wajah dan suara menjadi lebih berat ketika ia mengalami pubertas sebelum waktunya.

Anak-anak dengan kondisi ini tumbuh dengan cepat pada awalnya tetapi cenderung berhenti berkembang lebih awal dari biasanya.

Sehingga gangguan ini membuat mereka memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari rata-rata ketika mereka beranjak dewasa.

Meskipun penyebab gangguan pubertas ini tidak banyak diketahui anak-anak, namun terkadang pubertas dini dapat disebabkan oleh tumor otak atau cedera pada kelenjar endokrin.

Cedera tersebut mungkin saja dapat disebabkan oleh trauma atau efek gabungan dari operasi dan terapi radiasi untuk kanker.

Pubertas dini juga bisa disebabkan oleh hiperplasia adrenal kongenital. Yang merupakan sebuah kondisi dimana kelenjar adrenalin mengeluarkan kadar hormon abnormal.

Dalam kasus yang jarang, pubertas dini pada anak tersebut disebabkan oleh gangguan neuroendokrin yang disebut dengan sindrom McCune-Albright, yang menyebabkan adanya pertumbuhan berserat untuk menggantikan tulang yang sehat.

Pada laki-laki kondisi genetik langka seperti testotoxicosis juga dapat menyebabkan pubertas dini, dimana kondisi ini ditandai dengan jumlah pengeluar testosteron yang berlebih.

  • Pubertas tertunda

Ketika tanda dari pubertas tidak kunjung muncul sampai usia 14 pada laki-laki dan 12 pada perempuan dengan tidak adanya menstruasi pada usia 14 tahun maka anak tersebut didiagnosa pubertas tertunda.

Penyebabnya bisa saja meliputi penyakit kronis seperti diabetes, anoreksia atau bulimia, olahraga berlebihan, trauma pada kepala dan pengobatan kemoterapi dan radiasi untuk kanker.

Adanya masalah dengan kelenjar di bawah otak atau kelenjar tiroid yang mengatur metabolisme tubuh ternyata dapat menunda proses pubertas.

Kondisi ini juga meliputi hipotiroid atau kondisi kelenjar tiroid yang kurang aktif.

Penyebab lain dari kondisi ini meliputi gangguan genetik yang menghambat kelenjar endoktrin untuk bekerja secara maksimal.

Termasuk sindrom Turner yang mana salah satu dari 2 kromosom X perempuan hilang dan sindrom Klinefelter terjadi ketika seorang anak laki-laki dilahirkan dengan kromosom X lebih banyak.

Terkadang tumor kanker atau non kanker yang tumbuh pada atau dekat kelenjar dalam otak dapat menghambat pengeluaran hormon yang dapat memicu pubertas.

Penyakit yang Berkaitan Dengan Pubertas

Walaupun pubertas adalah salah satu fase normal bagi kehidupan manusia namun sejumlah kondisi dan penyakit bisa saja terjadi.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang berkaitan dengan pubertas normal diantaranya :

  1. Jerawat

Jerawat merupakan peradangan pada kelenjar sebaceous dan folikel rambut pada kulit yang kebanyakan muncul di wajah.

Akan tetapi jerawat juga memungkinkan untuk tumbuh di leher, punggung, dada atau area lainnya.

Perubahan hormon saat pubertas menyebabkan pertumbuhan jerawat pada banyak remaja laki-laki dan perempuan.

  1. Ginekomastia

Ginekomastia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pembesaran pada payudara laki-laki.

Adanya perubahan hormon pubertas bisa saja menyebabkan ginekomastia yang sifatnya sementara pada laki-laki normal.

Keadaan ini biasanya berlangsung selama 6 shingga 18 bulan. Ginekomastia pubertas terjadi ketika usia rata-rata 13 tahun pada laki-laki dan memengaruhi hingga setengah dari remaja laki-laki normal.

  1. Anemia

Perkembangan pubertas normal pada laki-laki berhubungan dengan peningkatan konsentrasi ferritin (zat besi) dan hemoglobin dalam darah.

Akan tetapi peningkatan dua komponen tersebut tidak ditemukan pada perempuan.

Remaja perempuan cenderung mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi rendah dari pada laki-laki.

Hal ini juga digabungkan dengan keluarnya darah sewaktu menstruasi yang mungkin menjadi pemicu remaja perempuan beresiko mengalami anemia.

  1. Penyakti menular seksual (PMS)

Jika remaja menajdi aktif secara seksual saat pubertas, mereka beresiko terkena HIV dan infeksi menular seksual lainnya.

  1. Skoliosis

Dikarenakan pertumbuhan terjadi sangat cepat selama pubertas, skoliosis (kelengkungan abnormal pada tulang belakang) dapat bertambah buruk atau mungkin menjadi semakin terlihat jelas selama pubertas.

  1. Perubahan penglihatan

Rabun jauh (miopi) memiliki pengaruh selama pubertas berlangsung dikarenakan adanya pertumbuhan diameter axial pada mata.

  1. Cedera muskuloskeletal

Remaja mungkin sangat rentan untuk mengalami cedera muskuloskeletal selama massa otot tumbuh.

Karena pertumbuhan tulang biasanya mendahului mineralisasi tulang penuh, maka remaja beresiko mengalami patah tulang.

Juga karena pertumbuhan anggota badan yang biasanya terjadi sebelum pertumbuhan dalam batang, maka sendi mungkin memiliki rentang gerak terbatas yang meningkatkan resiko keseleo.

  1. Perdarahan uterus disfungsional

Perempuan yang baru memulai menstruasi mungkin mengalami perdarahan menstruasi yang tidak teratur, berkepanjangan atau bahkan perdarahan tersebut keluar dalam jumlah yang banyak.

Anovulasi (tidak berovulasi) adalah alasan paling umum untuk perdarahan menstruasi yang tidak normal pada gadis remaja.

Apabila saat ini Anda sudah menjadi orang tua dan memiliki buah hati yang akan beranjak dewasa, tak perlu risau ketika anak Anda dihadapkan pada fase pubertas ini.

Anda hanya perlu memberi pemahaman tentang fase ini dimana mereka akan mengalami perubahan secara fisik bahkan secara emosional.

Namun jika saat memasuki masa pubertas ini anak Anda mengalami sejumlah keluhan, tentunya pemeriksaan dokter mungkin dibutuhkan untuk mengetahui diganosa dan kondisi mereka sebenarnya.

Itulah informasi yang bisa kami berikan seputar Pubertas – Definisi dan Penyakit Terkait.. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share ya …

Pubertas - Definisi dan Penyakit Terkait

Sumber

    https://medlineplus.gov/puberty.html

    https://nyulangone.org/conditions/disorders-of-puberty/types

    https://www.medicinenet.com/puberty/article.htm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *